Analisis Semantik dalam Lirik Lagu “Syubbanul Wathon” Karya K.H Abdul Wahab Chasbullah
Abstract
Syair syubbanul wathan merupakan tolak ukur kemenangan dan saksi bisu dalam mengusir penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan Sekutu terhadap indonesia. Melalui syair ini seluruh elemen-elemen masyarakat baik sebagai warga muslim maupun non muslim dapat merasakan keajaiban yang terjadi dalam diri seorang pembaca syair syubbanul wathan maupun pendengarnya untuk bangkit dan melawan Imprealisme Barat.
Puncaknya dalam perang yang terjadi di surabaya pada tanggal 27 Oktober - 20 November 1945 yang berkisar selama 3 minggu 3 hari mampu mengalahkan pasukan dan sekutunya serta bisa membunuh Jendral. Namun yang lebih dikenal saat ini yakni perang 10 november 1945 surabaya telah menjadi saksi atas kebangkitan dan kemenangan yang di komandoi oleh pasukan nahdlatul wathon.
Butuh waktu 29 tahun syair syubbanul wathan dapat menentang dan mengusir penjajahan yang dilakukan oleh Belanda dan Inggris. Sebab dalam proses terciptanya syair syubbanul wathan dan dikemukakannya tidaklah mudah butuh proses yang panjang untuk bisa satu indonesia serentak melawan.
Keywords: Syair Syubbanul Wathan, Kemenangan, Penjajah, Imprealisme Barat, Perang 10 November 1945.
Copyright (c) 2023 Lastry Retnasary, miftakhul khoiroh, nurul hidayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Bashrah is published under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Authors retain the copyright to their work. Users may read, copy and distribute the work in any medium provided the authors and the journal are appropriately credited. Below you may find the full text of the license signed by the authors.







