Teori Belajar Kognitif Jean Piaget dan J.S.Bruner serta Implikasinya dalam Pembelajaran Bahasa Arab

  • Khaerul Anwar STAIYO Yogyakarta

Abstract

Teori kognitif memiliki beberapa tahapan-tahapan, ada tahap sensimotor (anak usia 0-1,5 tahun), Tahap praoperasional (1,5-6 tahun), Tahap operasiaonal konkret (usia 6-12 tahun), Tahap operasional formal (12 tahun ke atas). Artikel ini bertujuan untuk mengkaji teori belajar kognitif perspektif Jean Piaget dan J.S. Bruner serta implikasinya dalam pembelajaran bahasa Arab. Artikel ini bersifat kajian pustaka. Hasil analisis Piaget dan Brunner keduanya sama-sama memfokuskan pemikirannya pada perkembangan kognitif (perkembangan berpikir). Tapi terdapat beberapa perbedaan yang mendasar di antara keduanya. Pertama, Piaget memfokuskan pada pemikiran logis yang berpuncak pada kapabilitas untuk memecahkan permasalahan multifaktor dipandang dari segi sebab akibat. Sementara Brunner berfokus pada Proses pemerolehan informasi baru, Proses mentransformasikan informasi yang diterima, Menguji atau mengevaluasi relevansi dan ketepatan pengetahuan. Kedua, Piaget memandang bahwa bayi dan anak kecil sebagai tertutup dalam dirinya sendiri (egocentrism), menerima objek dan orang disekitarnya sebagai bagian dari dirinya sendiri. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan bayi dan anak untuk melihat sudut pandang orang lain. Secara perlahan, pemikiran (wicara) egosentris ini akan hilang setelah anak tersosialisasikan dengan cara berpikir orang dewasa. Sementara Brunner memandang bahwa pemikiran anak mampu menemukan dan mengembangkan sendiri konsep, teori-teori dan prinsip-prinsip melalui contoh-contoh yang dijumpai dalam kehidupannya.

Published
2024-02-11