Eksistensi Ponpes Tradisional Di Tengah Arus Modernisasi Pendidikan

Studi Kasus di Ponpes Attauhidiyyah Syaikh Sa’id bin Armia Talang Tegal

  • Alfian Firmansyah STIES Putera Bangsa Tegal Jawa Tengah
  • Setya Pramono STIES Putera Bangsa Tegal Jawa Tengah

Abstract

Sebagian besar Pondok Pesantren (Ponpes) di Indonesia masih bertahan dengan sistem pendidikan lama, yang dikenal dengan pesantren tradisional. Salah satunya adalah Ponpes Attauhidiyyah Syaikh Sa’id Bin Armia. Namun, Ponpes Attauhidiyyah mendapat opini negatif dari masyarakat bahwa Ponpes tersebut sudah tidak lagi responsif terhadap perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan sistem pendidikan dan kepemimpinan Ponpes Attauhidiyyah Syaikh Sa’id Bin Armia. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan, bahwa Ponpes Attauhidiyyah Syaikh Sa’id Bin Armia sistem pendidikannya masih sangat sederhana dengan menggunakan dua program yaitu program kema’arifan dan program madrasah (sistem kelas dan perjenjangan) dengan memadukan metode hafalan, sorogan, bandongan, bahsul masail, syawir, dan takror. Ponpes Attauhidiyyah memiliki santri sejumlah 1407 santri, belum termasuk santriwati. Selain itu, eksistensi Ponpes Attauhidiyyah Syaikh Sa’id Bin Armia dipengaruhi oleh figur pemimpin yang memiliki gaya kepemimpinan kharismatik, gaya kepemimpinan kharismatik seperti ini merupakan poin khusus. Faktor inilah yang mempengaruhi Ponpes Attauhidiyyah Syaikh Sa’id Bin Armia masih tetap eksis di tengah arus modernisasi pendidikan sekarang ini.

Published
2020-08-24