Kritik Ideologi Ijtihād Tradsional

  • Taufiqur Rohman Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara kritis apakah secara historis ideologi ijtihād tradisional dapat dibuktikan kebenarannya atau sebaliknya tidak dapat dipertanggungjawabkan, kesimpulan kajian ini, antara lain: (1) ideologi ijtihād tradisional hanyalah sebatas “mengeluarkan hukum” (ikhrāj al-h̟ūkm) dari teks-teks al-Qur’ān dan al-Sunnah yang menyebabkan munculnya sikap taqlid, sehingga umat Islam cenderung meniru dan menerima begitu saja tanpa analisis kritis dan terjebak pada logika pengulangan serta pembenaran (logic of repetation and justification) sesuatu yang sudah ada sebelumnya. (2) wilayah ijtihād klasik sangat terbatas pada masalah praktis (‘Amaliyah: z̟anni) bukan dalam segala bidang (al-h̟ūkm al-‘ilm; qat̟’i), sehingga wilayah ijtihādnya sangatlah terbatas. Oleh karena itu kajian ini menawarkan untuk reformulasi ideologi ijtihād tradisional, dengan: (1) menjadikan ijtihād sebagai proses berfikir dalam menemukan hukum baru secara independen untuk segala bidang dan tidak terbatas pada masalah praktis (‘amaliyah: z̟anni), (2) perlu reformulasi syarat mujtahid yang sudah ditetapkan ulama’ klasik (3) ijtihād kolektif lebih dibutuhkan untuk era sekarang dibandingkan dengan ijtihād personal (fardi).

Published
2020-08-24